Lady Antebellum - Can't Take My Eyes Off You

I know that the bridges that I've burned along the way
Have left me with these walls and these scars that won't go away
And opening up has always been the hardest thing
Until you came

So lay here beside me, just hold me and don't let go
This feeling I'm feeling is something I've never known
And I just can't take my eyes off you
And I just can't take my eyes off you

I love when you tell me that I'm pretty when I just wake up
And I love how you tease me when I'm moody, but it's never too much.
I'm falling fast, but the truth is I'm not scared at all
lyricsalls.blogspot.com
You climbed my wall

So lay here beside me, just hold me and don't let go
This feeling I'm feeling is something I've never known
And I just can't take my eyes off you
And I just can't take my eyes off you, off you, off you

So lay here beside me, just hold me and don't let go
Oh, this feeling I'm feeling is something I've never known
And I just can't take my eyes off you
And I just can't take my eyes off you

Lady Antebellum – Wanted You More

I kept waiting on a reason
And a call that never came
No, I never saw it coming
Something in you must have changed
All the words unspoken, promises broken
I cried for so long
Wasted too much time, should’ve seen the signs
Now I know just what went wrong
I guess I wanted you more
And looking back now, I’m sure
I wanted you more
I guess I wanted you more
All the nights we spent, just talking
Of the things we wanted out of life
Making plans and dreams together
Wish I’d seen, I was just too blind
My heart was open, exposed and hoping
For you to lay it on the line
In the end it seemed
There was no room for me
Still, I tried to change your mind
I guess I wanted you more
And looking back now, I’m sure
I wanted you more
I guess I wanted you more
Oh, I don’t need you
I don’t need you anymore
I guess I wanted you more
And looking back now, I’m sure
I wanted you more
I guess I wanted you more
I don’t need you
I don’t need you anymore

Sinopsis Changeling (2008)


CHANGELING
Sinopsis film Changeling : Christine Collins (Angelina Jolie), sepulang dari bekerja, ia mendapati putranya tak lagi berada di rumah. Akhirnya Collins melaporkan ke polisi. Meski sudah berusaha mencari, namun pihak kepolisian Los Angeles tidak dapat menemukan Walter yang baru berusia sembilan tahun. Akhirnya pihak kepolisian menghentikan pencarian Walter.
Setengah bulan kemudian, Collins mendapat pemberitahuan dari kepolisian bahwa anaknya telah ditemukan. Ia pun segera menemuinya, namun ia mendapati seorang anak berpakaian mirip Walter tetapi bukan Walter yang ia kenal. Ia tidak percaya, jika waktu setengah bulan dapat membuat anaknya berubah dan bertambah pendek. Ia pun tidak mempunyai pilihan lain ketika polisi menyuruhnya mengakui bahwa ia adalah anaknya.
Sesampai di rumah ia terus menanyai identitas anak tersebut. Walter yang sekarang sangat berbeda dengan Walter yang dulu. Akhirnya Collins memutuskan membuat konferensi pers tentang rencanya mengembalikan Walter palsu tersebut ke pihak kepolisian. Namun pihak polisi tidak menerima tindakan tersebut, dan Collins pun dibawa ke rumah sakit jiwa untuk dicek kesehatannya.
Dari keterangan salah satu pasien di rumah sakit tersebut, bahwa tindakannya melawan polisi dapat mengakibatkan dokter-dokter di rumah sakit tersebutnya menjadi gila beneran. Puncak ketakutan Collin terjadi saat dia mengikuti terapi. Collins menolak karena ia tidak sakit dan berupaya menyerang dokter. Reaksi spontannya itu, membuat dokter yang lain datang mengeroyok.
Sementara itu, salah satu wartawan kenalan Collin berhasil membuat opini publik. Kabar hilangnya Collins segera beredar luas dan akhirnya mengundang simpati seorang penyidik dan seorang pengacara. Mereka kemudian mendatangi rumah sakit jiwa, tepat di saat Collins akan menerima hukuman sengatan listrik.
Akhirnya Collins bisa keluar dari rumah sakit tersebut. Dilain pihak penyidik, berhasil menemukan kuburan anak-anak hasil kejahatan Gordon (Jason Butler Harner). Polisi berhasil melacak keberdaan Gordon dan menangkapnya.
Dalam persidangan akhirnya Gordon dijatuhi hukuman mati. Sebelum menjalani hukum mati, ia mengaku tidak membunuh Walter.

Sinopsis The Piano (1993)




Singkat saja, film ini bercerita tentang seorang perempuan tunawicara bernama Ada McGrath yang diperankan oleh Holly Hunter. Dia memiliki seorang anak perempuan yang masih kecil bernama Flora yang diperankan oleh Anna Paquin. Ada sebenarnya tidak bisu tapi dihitung sejak suaminya meninggal dia sama sekali tidak pernah bicara lagi dengan siapa pun, termasuk anaknya. Di film memang nggak digambarin secara jelas apa penyebabnya dia menjadi tidak pernah bicara lagi., bahkan esktrimnya lagi dia  berkomunikasi dengan orang lain dengan bahasa isyarat. Aneh memang, sejak kematian suaminya itu pula Ada berubah menjadi seorang yang sangat kelam. Karena membisu itu, dia hanya mengungkapkan perasaannya dengan bermain piano, piano, piano, dan piano. Dan yang setia mendampingi Ada kemana saja dan menerjemahkan apa yang dia maksud adalah anaknya, Flora. Anna Paquin memerankan Flora dengan baik banget, kerenlah.

Kemudian Ada menikah lagi dengan seorang pria bernama Alistair Stewart yang diperankan oleh Sam Neill. Ada kemudian pindah ke sebuah pulau. Semua barang dibawanya tak ketinggalan piano "hidupnya". Sesampainya di tepi pantai, orang-orang suruhan suami barunya (suku Maori) mengangkut semua barang bawaannya ke rumah Alistair yang letaknya ditengah hutan. Karena letak rumahnya naik turun bukit, Alistair memutuskan untuk meninggalkan piano itu di pantai, Ada marah besar. Tapi Ada tidak bisa berbuat apa-apa. Sesampainya dirumah, Ada frustasi karena pianonya tertinggal di pantai.
Alistair mempunyai teman bernama  Baines yang diperankan oleh Harvey Keitel. Baines adalah orang yang mampu mendatangkan piano itu kembali ke Ada. Tapi dengan satu syarat, Ada harus mengajarinya piano sampai mahir. Ada menyanggupinya. Nah, cinta bersemi dari tiap-tiap pertemuan Ada dan Baines. Lanjut cerita, affair mereka ketahuan dan suami Ada marah besar. Emosi memuncak hingga Alistair memotong jari Ada. 

Akhir cerita Ada tidak bisa bermain piano lagi karena jarinya cacat. Kemudian Baines mengajak Ada dan Flora kabur meninggalkan pulau itu. Mereka bertiga memulai hidup baru di kota lain. Yang mengharukan adalah ketika Baines membuatkan extension jari palsu yang terbuat dari bahan metal ke jari Ada yang buntung itu. Kini Ada bisa kembali bermain piano. Baines orang hebat, dia yang mampu mengembalikan semua passion hidup Ada.

Selain sisi penceritaan, yang lainnya yang saya suka adalah sisi sinematografinya. Semua scene per scene digambarkan secara apik, dan beberapa scene sangat dramatis seperti saat scene Ada membuang pianonya ke laut kemudian kakinya tersangkut dan dia ikut tenggelam, efek jatuhnya keren banget, terus dramatis juga saat Ada menggores-gores pisau ke meja makan dan mengukir tuts-tuts piano sebagai aksi protes yang depresif ke suaminya yang tega meninggalkan pianonya di pantai. Scoring lagunya seluruhnya digubah oleh Michael Nyman. Musik instrumental pianonya keren menghanyutkan semua, untuk mendengarkan klik di sini. Makanya nggak heran film ini mendapat penghargaan prestisius. Sebut saja,
- Best Performance Prize di Cannes Film Fest. 1993 : Holly Hunter
- Pemeran Utama Wanita Terbaik di Academy Award 1994 : Holly Hunter
- Pemeran Pembantu Wanita Terbaik di Academy Award 1994 : Anna Paquin
- Sutradara Terbaik di Academy Award 1994 : Jane Campion lewat film The Piano ini (Fyi, tercatat sudah ada 4 sutradara wanita yang memenangkan Oscar yaitu : Lina Wertmüller lewat film "Seven Beauties "(1976), Jane Campion lewat "The Piano" (1993), Sofia Coppola dalam "Lost in Translation" (2003), dan yang terbaru ini Kathryn Bigelow lewat "The Hurt Locker" (2010).


Ada McGrath bermain piano

Flora

Ada McGrath dan anaknya Flora (Anna Paquin)

Sesampainya Ada Dan Flora di pulau tempat suami barunya tinggal

Scene saat mereka meninggalkan piano milik Ada di pantai

Saat Ada dan Stewart menikah, agak konyol karena foto pernikahan dilakukan ditengah hujan

Saat Ada mengajari Baines bermain piano, karena Baines berhasil membawa piano itu kembali

Sinopsis August Rush (2007)


Film ini bercerita tentang seorang anak bernama Evan Taylor (Freddie Highmore) yang percaya dengan musik. Evan memiliki bakat bermain musik luar biasa dari orang tuanya. Ia bisa mendengar musik dari desauan angin, gemericik air, bahkan kilau cahaya. Seluruh alam ini adalah musik baginya. Sejak kecil Evan tinggal di panti asuhan. Dan ia percaya, jika ia mengikuti musik itu, ia akan menemukan orang tuanya, meski seisi panti menyebutnya anak aneh.
Suatu hari Evan melarikan diri dari panti asuhan, ia mengikuti seorang penyanyi jalanan seusianya hingga ke markasnya. Disana ia bertemu dgn Wizard (Robin Williams). Ketika Wizard melihat Evan bermain gitar dengan hebat, ia berfikir bahwa Evan merupakan ladang emas buatnya. Kemudian Wizard mengganti nama Evan menjadi August Rush. Makin hari, bakat alami August kian berkembang. namun suatu hari evan kabur dari tempat tinggalnya bersama wizard (yang ternyata hanya memanfaatkan evan). penyebabnya bukan karena ia terusik oleh wizard karena memanfaatkannya akan tetapi ia tidak suka terikat dan selalu menilai suatu musik dengan uang yang menurutnya hal itu merupakan harga terendah dari suatu keindahan musik.
akhirnya ia kembali menggelandang dan dia bertemu seorang anak perempuan yang sulit melafalkan note balok pada piano di sebuah gereja kecil. evan kembali membuat takjub seisi gereja, oleh karena kegeniusanya ia akhirnya disekolahkan. lagi-lagi universitas julliard (sang ibu adalah salah satu alumninya) dibuat tidak berdaya mendengarkan dan melihat seorang anak kecil dapat mengolah note-note balok bak seorang komposer legendaris hanya dengan kurun waktu belajar 6 bulan di universitas Julliard. akhirnya para dosen universitas berbulat tekad untuk mengikutsertakan dalam konser musik klasik yang di selenggarakan oleh universitas tiap tahunnya, dan august memanggil semua nada yang selama 6 bulan ini ia dengar kemudian ia tulis dalam note-note balok dengan nama August Rhapsody (komposer genius yang memainkan c dan g mayor secara berulang). namun sayang, perjalanan August harus berhenti karena Wizard tiba-tiba muncul setelah peristiwa penggerebekan di balai musik tua (tempat para anak-anak tunawisma yang memiliki kecerdasan bermusik tinggal) dan memeras jiwa dan kebebasan August dalam mendengarkan musik disekitarnya.